Uncategorized

Hadiah Hari Lahir teristimewa (25 Juli 2013)

*** Ex Me Ipsa Renata Sum *** (“saya terlahir kembali dari diri saya”)  Untuk Per-Empu-An pendoa-ku yg selalu cemerlang dalam bersabar,

Kutuliskan gaung sederhana yg mungkin bisa mengibadahi hati dan jiwa-mu diawal fajar ini,, disaat terang mulai membunuh sisa” gelap,, dan kini berganti embun menyirami,, hingga Matahari seperti biasanya menggantikan malam…
Terenyuh disudut pagi, kala sisa usia berkurang satu persatu ditelan kabut kehidupan…
Apa yg akan kau kerjakan dan apa yg akan kau katakan ketika hidup menyelimuti nafas kita yg tinggal sebentar..???
Masih adakah kesombongan dan keangkuhan merajai dunia-mu…??? Atau terbersit utk mengalah dlm melangkah…???
Semua yg melenakan akan musnah, dan ketakjuban akan sirna termakan lekangnya waktu…
Peradaban baru yg kian sebentar lg tampak, akan membuka celah” lentik bulu mata utk melihat sesungguhnya apa yg akan terjadi…
Tidakkah kau akan bungkam pd setiap kenyataan pahit yg melingkupi ruang hati dan jiwa-mu, saat keriangan dan kemegahan didepan mata…
Dalam tidur pun,, aku tetap berpikir berjuang utk merdeka berpikir dari belenggu yg menyayat nasib setiap manusia…
Yaaahhh,, hanya manusia yg bisa menempati ruang kosong pd setiap waktu… Kemudian waktulah yg mengisi setiap tarikan nafas kita, atau mungkin sebaliknya… 
Kesederhanaan yg tampak bukanlah barang mainan yg terus harus digerutui pd sebuah amarah yg selalu tersembunyi…
Pada waktu-mu yg tersembunyi ini, dan yg selalu terus bersembunyi hingga titik akhir desah nafas dan tarikannya,, aku hanya mampu katakan; Semangat menempuh paradigma baru,, paradigmanya sebagai seorang pejuang yg segera taklukkan dan menghancurkan dinding kehidupan tiada berbatas antara nasib dan takdir.
Paradigmanya tekad dan keinginan utk menjadi manusia yg bisa memanusiakan manusia…
Manusia yg bebas dari keterkungkungan roda nasib yg pasrah…Harus kukatakan secara jelas; “TIADA ORANG YG SENANG HIDUP DALAM BERJUANG… NAMUN TANPA PERJUANGAN,, ORANG TAKKAN MAMPU MENJADI MANUSIA YG BISA MEMANUSIAKAN MANUSIA LAINNYA,, TAKKAN MAMPU ORANG MENJADI MANUSIA BERMARTABAT,, YAKNI MARTABATNYA SEORANG MANUSIA”
Dan dimalam ke 17 Ramadhan,, malam-nya NUZULLUL QUR’AN ini,, aku hanya persembahkan sebaris do’a; SEMOGA SEMAKIN ARIF DAN BIJAK DALAM BERPIKIR SERTA BERTINDAK… SEMANGAT BERJUANG…

Aku yg akan segera dijemput badai…  “Elank Biru”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s