Uncategorized
AKU TIDAK CEMBURU

Aku tidak pernah ingin disamakan dengan bidadari. Padanya aku tidak pernah menaruh cemburu. Ia Indah dan sholihah karena anugrah. Allah yg mencukupkan begitu. Pada bidadari bermata jelim aku tdk cemburu.

Jadi kuputuskan cemburu pada wanita shalihah saja. Pada Aisyah RA yg suatu ketika mencela wanita yg melintas di hadapannya. Saat itu juga Aisyah muntah”. Allah sungguh sangat mencintainya. Menegur langsung dan sederhana saja. Pada Aisyah, aku menaruh cemburu luar biasa. Akupun ingin memiliki cintaNya.

Pada Umat di Palestina, aku menaruh cemburu yg membiru. Keimanan macam apa yg membuat mereka tegar menghadang tank dengan badan mereka sendiri??? Kesucian macam apa yg membuat setiap janin yg lahir dari rahimnya adalah penghafal qur’an. Aku cemburu, padanya yg tengah berbahagia bersama ruh para syuhada.

Aku tdk pernah cemburu pada bidadari syurga, apatah lagi sekedar dibilang orang “bidadari dunia”, wanita2 pesolek bergincu dan berbedak tebal yg mengumbar lekuk tubuh pada semua. Aku tak pernah cemburu pada wanita yg membalut tubuhnya dengan gaun perancang ternama, memenuhi tubuhnya dengan assesoris berharga berjuta”, tak nyaman tanpa menenteng hermes ratusan juta di tangannya.

Justru aku cemburu pada mukminah sholihah yg qonita, shalihah lagi hafidzah, menjaga izzah dirinya meski fitnah dunia melanda. Pada para muslimah yg rela membagi hidupnya antara keluarga dan binaul ummah, berpayah” dalam dakwah, pada mereka aku tdk boleh kalah.
Karena kelak aku pulang kepadaMu, bukan pada apapum di dunia ini.
View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s