Curcol

Maaf…

Assalamualaikum…
Sabtu pagi,,, masih disini… Di ruangan yg penuh monitor komputer… Tempat tugas ku tercinta (ngga segitunya sich huehehe).

Sudah beberapa hari sesuatu yg ingin aku tulis ini mengendap dikepala aku, bimbang mau nulis… Ada rasa bahwa yang mau aku tulis ini perkara yg sensitif. Agama ataupun kepercayaan seseorang kepada Sang Maha Kuasa buatku perkara yg ngga bisa dipaksakan untuk sepaham jika kiranya memang ngga sepaham (mubeng-mubeng bahasane).

Aaaccchhh ribet mau nulis sehalus mungkin tapi… Jadi,,, jujur setelah aku menjadi mualaf, membuat aku terpaksa menarik diri dari sekelompok pertemanan… Bukan… Bukan aku mau memutus silaturahmi, sama sekali bukan.

Aku ngga mau komunikasi kami diwarnai perdebatan karena perbedaan kami, aku ngga mau akhir dari komunikasi kami berakhir pada konflik… Aku mau semuanya baik-baik aja. Tanpa perdebatan dan tanpa konflik.

Aku maunya kita akan bertemu dan berkomunikasi lagi setelah kalian memahami, mengerti dan menerima pilihan terbesar dalam hidupku. Karena aku terlalu menyayangi kalian sehingga aku memilih untuk menghindar sementara waktu.

Maafkan pesan-pesan yg kalian kirim yg tidak ku jawab, karena aku berpikir jika ku jawab maka akan jadi debat kusir yg ngga berujung.

Maafkan aku yaaa… Semua karena aku menyayangi kalian…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s