Uncategorized

Menghapus Kalimat

Bisakah menghapus kalimat yang sudah terlanjur terucap ??? iyaaa,,, bisakah ??? dengan kata maaf ??? atau perbaiki dengan klarifikasi ??? iyaaa,,, kalau bisa menghapusnya… dengan cara apa ??? bagaimana ???

Belum-belum udah banyak tanya yaaa ūüôā kok kalo buat aku pribadi, kalimat yang sudah terlontar dan sampai didengar oleh orang lain sangat sulit untuk dihapus atau diperbaiki jika yang terlontar diawal ternyata kesalahan atau ngga layak untuk disampaikan.

Makanya kalau didunia jurnalis (setau aku) untuk memberikan informasi yg belum pasti akan menggunakan kata¬†diduga.¬†Biasanya media akan tetap meluncurkan informasi kemedia walaupun belum jelas kebenarannya, namun untuk menghindari disalahkan jika ternyata informasi yg disampaikan ngga benar mereka menggunakan kata¬†diduga…¬†Demi,,, iyaaa demi… demi ngga ketinggalan tayangan.

Tapi untuk informasi yg menyangkut dengan perasaan seseorang yang berkaitan dengan urusan pribadi… ngga akan semudah itu menurut aku untuk disampaikan ke yang bersangkutan, harus dipertanyakan lagi… bisa ngga ya dia menerima informasi yang akan aku sampaikan ??? kuat ngga yaaa hatinya yang mungkin saja masih rapuh, hati yang belum sembuh benar dari lukanya ??? atau adakah timbul pertanyaan didiri sebelum menyampaikan informasi tersebut dengan pertanyaan,,, pantas ngga yaaa saya menyampaikan/mencampuri pribadi dia ???

Kalau pertanyaan-pertanyaan tadi timbul setelah informasinya meluncur dan meresap kehati seseorang hingga orang tersebut terluka lagi seperti luka yang masih basah tersiram cairan cuka, terbayang kan bagaimana pedihnya ??? Lalu kau dengan perasaan tidak enak bertanya, iyaaa bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan tadi… jawabnya PERCUMAH,,, dia sudah terlanjur terluka (lagi).

Yang paling sulit dalam bertindak dan berucap adalah meng-sinkron-kan isi kepala dengan hati dan mulut. Agar tidak ada usaha untuk menghapus kalimat yang sudah kadung meresap hingga menimbulkan luka menganga (lagi).

Lalu jika aku yang (korban) diberi informasi berjenis tadi bagaimana ??? aku hanya akan menjawab, aku ngga apa-apa… ngga usah berusaha terlalu keras untuk¬†menghapusnya¬†karena sudah terlanjur dan menjadi PERCUMAH.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s