Uncategorized

Membawa atau terbawa ?

Dalam lingkungan pertemanan apakah sudah menjadi hal lumrah kalau bukan kita yg membawa kebiasaan atau kita yg akan terbawa kebiasaan, baik itu kebiasaan buruk ataupun kebiasaan baik.

Aku pikir, aku akan dengan mudah melawan jika ada pengaruh buruk dalam lingkungan pertemanan aku… aku pikir bakalan seperti batu karang yg kokoh, yg ngga akan bergeser se-inchi sekalipun… nyatanya ? tidak begitu keadaannya.

Aku pikir, aku akan tanpa kendala membagi hal hal baik dalam lingkungan pertemanan ku… aku pikir membawa kebaikan seperti menabur bubuk cabai ke lidah kita dan akan segera terasa rasa pedasnya dalam hitungan detik … nyatanya ? tidak begitu keadaannya.

Apakah lebih baik menyendiri saja ? agar tidak terbawa pengaruh buruk ? loh artinya kamu (baca : yulia) menyalahkan orang lain ? bukankah seharusnya diusia mu  sudah ‘mahir’  menyaring apa yg baik dan yg buruk ?

Apakah hanya dengan kumpul kumpul di lingkungan pertemanan saja kamu akan membagi kebaikan ? bukankah berdakwah tidak harus diatas mimbar atau harus berbicara secara langsung ? apa yg kamu punya ? jadikan itu sebagai sarana membagi kebaikan.

**

muhasabah atas kejadian kemarin yg terlampau banyak khilaf… hingga puasapun terasa hanya penggugur kewajiban tanpa adanya pahala didalamnya 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s