Uncategorized

duka akhir minggu

tengah malam ketika nyawa tengah diawang awang, tiba tiba terdengan bunyi ketukan dipintu kamarku,,, ternyata Ibu… dan ngga mungkin Ibu ngebangunin aku kalau hanya ngasih tau dimeja makan ada martabak… pastilah untuk urusan penting, karena tau aku yg mudah sekali kaget, walaupun hanya bunyi ketukan yg sangat pelan… bisa berakhir pada minum bodrex.

ternyata kabar duka yg dibawa Ibu untuk disampaikan, ini juga terjadi pada bulan Maret 2016 silam hanya berbeda waktu penyampaian namun kabar yg sama… yaitu kedukaan… masih ditahun yg sama hanya selang 7 bulan, Oktober 2016 Bapak harus kembali kehilangan Adik kandungnya, setelah 7 bulan silam Bapak yg juga kehilangan Kakaknya. yaaa, tengah malam di hari sabtu Ibu mengabarkan Bulek ku (anak anak sekarang lebih sering munggunakan panggilan tante) adik dari Bapak, telah dipanggil Tuhan 😦

terpujilah pembuat jasa pemesanan tiket online, hanya dari HP dan langsung pembayaran via ATM kita sudah menggenggam tiket pesawat yg dikirimkan via e-mail… dan terpujilah jasa taksi online yg siap sedia dikala orang orang masih terlelap dalam tidurnya untuk mengantarkan kami kebandara, walaupun rumah dekat sekali dari bandara Halim (jalan kaki juga bisa), sayang sekali pesawat yg kami dapat harus diberangkatkan dari bandara Soekarno Hatta yg kalau ditempuh dengan taksi konvensional sangat menguras kantong. namun dengan taksi online, alhamdulillah… hanya dibandrol setengah harga.

p61016-070019
dari balik jendela pesawat

tiba di bandara Juanda,dapat kabar kalau jenasah Bulek sudah harus dimakamkan tanpa bisa menanti kami yg masih harus menempuh pejalanan 1,5 jam untuk sampai rumah beliau… sambil bergetar Bapak bilang : aku ikhlas 😦

aku sebagai pengawal pasangan yg sudah lemah ini, hanya bisa menguatkan batin mereka dan ngga lupa memantau kondisi kesehatan mereka yg kapanpun bisa drop… ditambah lagi karena pengaruh psikologi Bapak yg harus melepas kepergian kedua saudara kandungnya dalam kurun waktu yg ‘singkat’.

jujur ngga mudah mengawal mereka dalam kondisi seperti ini, beda yaaa kalau ngawal untuk plesiran… tapi alhamdulillah mereka adalah orang orang yg beriman, jadi bisa memaknainya dengan positif, tanpa berontak penuh amarah yg justru akan menyakiti diri mereka sendiri.

kami memilih pulang dengan menggunakan bus, aku sitermuda dari pasangan suami istri ini… mencari kesenangan dengan membidik pemandangan dari balik jendela bus dari kamera seadanya, yaitu kamera HP… masyaAlloh… alam itu tampak sempurna untuk dikagumi.

ini cerita akhir pekan ku…dan baru hari ini aku kembali berkerja, begitu juga Bapak dan Ibu yg kembali menjalani rutinitasnya… semoga Kalian Alloh berikan usia yg berkah… aamiin…

c360_2016-10-18-05-08-46-414

c360_2016-10-18-11-24-32-871

c360_2016-10-18-11-14-32-035

Advertisements

25 thoughts on “duka akhir minggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s