Uncategorized

cerita ria

aku memutuskan sudah ngga lagi sama dia kak,,, begitu kurang lebih akhir obrolan kakak beradik itu melalui pesan singkat…

sang adik menangis hingga pundaknya ikut bergetar, dia menahan tangisannya yg hampir pecah… takut terdengar oleh Bundanya, itu alasan dia menahan tangisannya dalam dalam. Bundanya adalah orang yg paling ia jaga perasaannya karena besar sekali harapan dari sang Bunda untuk hubungan anak bungsuhnya kali ini.

kembali sang adik menatap layar handphone untuk menuliskan luapan rasa yg tidak bisa dia tumpahkan dengan teriakan, padahal ingin sekali ia lakukan agar segala beban yg dia rasa berat dapat termuntahkan sehingga sesak didada hingga ulu hati bisa berubah menjadi kelegaan… tapi itu tak mungkin… lagi lagi Bunda, yaaa Bunda tak boleh tau sakit ini,,,batinnya.

kak, kenapa ini selalu terjadi padaku ?sesulit itukah ? … tanya sang adik

sabar dek, tidak akan sulit jika Alloh sudah berkehendak terjadi atas dirimu,,, begitu kalimat penenang sang kakak

iyaaa,,, ridha Alloh saja yg harus aku nanti bukan ? ini bukan pertamakalinya aku gagal bukan ?begitu batin sang adik berkata.

2 bulan,padahal baru 2 bulan… mengapa sedalam itu ?sebegitu besarkah rasa yg Alloh letakkan didalam hati ku ? seperti perpisahan yg terjadi pada hubungan yg sudah berjalan 2 abad… aaahhh sudahlah, cukup untuk mengurung diri didalam kamar yg sungguh menjadi saksi jatuh bangunku dalam setiap perjalanan hidupku…

pagi pagi sekali dia sudah bangun untuk memulai harinya, fokus utama adalah pada riasan mata,,, karena mata yg sembab akibat tangisannya selama 2 hari,,, dia pikir itu akan terjadi hanya pada kisah kisah FTV,,, nyatanya setiap dia berpasrah diri diatas sajadah tangisan itu tumpah tanpa bisa dia kendalikan… yaaa mata ini jangan sampai terlihat habis menangis pikirnya… apa kata Bunda nanti ketika aku berpamitan sambil mencium tangannya? tangan yg biasa Beliau akan letakan diatas kepalaku sambil dia usapkan untuk Ia bacakan doa doa agar apa yg menjadi hajatku Alloh kabulkan setiap paginya, sebelum melepas ku pergi untuk bekerja.

Assalamualaikum Bundaaa,,, selamat pagi… seceria mungkin aku menyapa Bunda pagi ini… namun tetap saja, hati Bunda mana yg tidak bisa membaca kesedihan anaknya… namun mereka sama sama saling menyembunyikan rasa yg mereka tau sebenarnya.

hari ini,,, esok dan selanjutnya… akan Ria lanjutkan dengan meyakini bahwa takdir Alloh selalu baik bagi hambaNya yg selalu memohon padaNya dalam setiap doa dan selalu sabar dalam setiap ujian.

bukankah : manusia paling lemah adalah orang yang paling malas berdoa (kepada Allah). Dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil memberi salam. (HR Abu Ya’la, ath-Thabrani, Ibnu Hibban dan ‘Abdul-Ghani al-Maqdisi).

Advertisements

3 thoughts on “cerita ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s