Uncategorized

hikmah hari ini (1)

hari ini sampe kantor telat,
bukan karena keenakan tidur karena udara Jakarta yg sejuk,
bukan karena terlena karena kemarin habis libur PILKADA.

berangkat kerja dijam yg sama seperti hari hari kemarin,
lantas kenapa terlambat ?
karena jalanan macet total…
jalan raya tertutup banjir Kampung Pulo,

iya, yg konon katanya MANUSIA sudah tidak akan banjir lagi.

namun siapa yg bisa ‘menantang’ alam…?

hikmahnya adalah jangan sesumbar, merasa yg paling mampu dan paling bisa.

manusia berencana, namun semua kembali lagi pada Yang Maha Memiliki Bumi dan segala isinya.

Advertisements

10 thoughts on “hikmah hari ini (1)

  1. Turut prihatin ama banjirnya ya. Semoga lekas surut. Dan semoga orang-orang yang nyinyir dan sesumbar dibukakan hatinya. Ini bukan masalah kepentingan golongan atau orang-orang tertentu saja. Hujan yang seharusnya menjadi rahmat, malah menjadi bencana. Astaghfirullah…

  2. Kesalahan manusia (mereka) selalu jumawa, kesalahan manusia (lainya) selalu membawa nama tuhan disetiap penderitaanya (takdir katanya), tapi selalu mengabaikanya ketika senang.

    Mari tarik mundur peradaban ——-
    Flashback……tittt……

    Dulu, sebelum banyak kendaraan beredar di bumi, khususnya dibumi indonesia deh yang merupakan jantung global. Adakah bencana banjir ? Adakah bencana longsor ? Yang sering terdengar hanya gempa karna vulcanic gunung yg ingin keluar.

    Sekarang, cb catat berapa ribu pcs pabrik kendaraan yg mencetak unit utk memenuhi kebutuhan gengsi manusia, sdh berapa titik bangunan tinggi nan kokoh penuh kaca, dan sdh berapa juta ton sampah yg susah di daur ulang.

    Ok, fix..kira” bisa di terima ?
    Emisi gas buang kendaraan menyebabkan pemanasan global yang terus meningkat ditambah lagi efek negatif dr rmh kaca/ gedung kaca dlsb. Lalu belum lg d tambah dgn cr liar hidup manusia purba di era pitekantropus buang sampah seenak jidadnya. Ini hanya contoh real yg nampak, belum di tambah dgn limbah tambang, penebangan pohon dll. Yang membuat bumi semakin rusak.

    Perubahan Iklim menjadi lbh ekstrim, curah hujan semakin tinggi, atsmosfir bumi semakin tipis, dan mengakibatkan berbagai bencana yg susah dikendalikan. Itu karna ulah manusia nya sendiri yg kemaruk, serakah dan kurang bisa menghargai alam. Bukan keisengan tuhan yang memberi kutuk pd yg terkutuk melainkan akibat karna ulah manusianya sendiri.

    Siapapun manusianya, yg merasa bisa menghentikan bencana terutama banjir, sy rasa hasilnya psti nihil selama pokok permasalahanya belum di benahi. Kalau hanya perlebar kali, dlsb. itu hanya omong kosong belaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s